Bupati Bogor Lakukan MoU dengan Suez Guna Meningkatkan Infrastruktur Pengelolaan Air Minum dan Kurangi Risiko Krisis Air

CIBINONG – Guna mengembangkan sektor air bersih dan mitigasi dampak kekeringan di Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan lakukan penandatangan MoU atau nota kesepahaman dengan Suez Services Pte. Ltd, pada Selasa (24/10/23). Suez merupakan perusahaan air minum terkemuka di dunia yang bermarkas di Paris dan telah hadir di 40 negara.

Perlu diketahui selain upaya mitigasi dampak kekeringan MOU tersebut menjadi salah satu
cara untuk membangun kerjasama dalam hal peningkatan infrastruktur pengelolaan air minum dan mengurangi resiko krisis air di masa yang akan datang.

Read More

MoU tersebut ditandangani langsung Bupati Bogor Iwan Setiawan dengan Suez Internasional yang yang diwakili Managing Director Branch South East Asia Suez Services Pte. Ltd, Farchad Kaviani di kantor pusat Suez Internasional, Paris, Prancis.

Sebagai informasi kunjungan ke kantor pusat Suez Internasional, delegasi Pemkab Bogor didampingi langsung Director, BOT Development atau Suez South East Asia, Mr. Kohei Kimura. Di sana, mereka disambut Deputi Direktur Treatment Infrastruktur Suez Internasional, Mr. Laurent Dolleans.

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi Pemkab Bogor dalam memenuhi undangan dari Suez. Para delegasi juga akan mengikuti sejumlah rangkaian, di antaranya dialog interaktif dan kunjungan ke water treatment plant, kunjungan ke wastewater treatment plant, dan mengunjungi water treatment supporting industry bersama para petinggi Suez.

Dalam kesempatan ini, para delegasi akan diajak melihat perkembangan teknologi terbaru dan terkini dalam pengelolahan air minum dan air limbah, serta energi yang berwawasan lingkungan yang sudah diterapkan hampir seluruh proyek Suez yang terkenal dengan teknologi dan sistem pengelolaan air minum berkelanjutan yang mengedepankan kesehatan dan lingkungan.

Dalam MoU tersebut, Pemkab Bogor dan Suez juga menyatakan minat bersama untuk menindaklanjuti peluang kolaborasi tujuan jangka panjang salah satunya mendukung memenuhi rencana pembangunan yang berkelanjutan. Demi memenuhi kebutuhan dan hak masyarakat atas air, salah satunya dalam bentuk kerjasama ataupun kemitraan.

“Langkah yang diambil Pemkab Bogor ini sebagai salah satu upaya menjawab tantangan atas semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat atas air, sehingga diharapkan dalam jangka menengah ataupun jangka panjang bisa dipenuhi. Selain itu untuk mengurangi resiko-resiko krisis atas air, yang salah satunya memitigasi kondisi musim ekstrim pada musim kemarau,” ujar Bupati Bogor Setiawan.

Lanjut Iwan Setiawan menuturkan bahwa, MOU itu juga dilakukan untuk mempersiapkan kerangka kerja terkait inisiasi potensi minat kerjasama investasi dalam pengembangan sektor air minum di Kabupaten Bogor di masa yang akan datang.

Bahkan katanya, Suez mendukung penuh inisiasi Pemkab Bogor untuk meningkatkan infrastruktur dalam memenuhi akses air minum kepada masyarakat, termasuk di dalamnya inovasi dalam pengelolaan dan pengolahan air limbah.

“Alhamdulillah Suez berkomitmen penuh dalam mendukung Indonesia, khususnya Pemkab Bogor atas rencana peningkatan infrastruktur air minum dan inovasi dalam bidang lingkungan lainnya, termasuk pengelolaan air limbah baik dalam kolaborasi bersama untuk menangani tantangan ke depan serta niat bersama dalam fasilitasi kerjasama investasi dalam hal tersebut,” jelas Iwan Setiawan.

Di tempat yang sama, Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Tedi Kurniawan menjelaskan, MoU dengan Suez juga menjadi upaya Pemkab Bogor dalam mengoptimalkan peluang alternatif pembiayaan dalam peningkatan infrastruktur pelayanan air minum tanpa membebani keuangan pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat.

Harapannya, Pemkab Bogor melalui rancangan MoU ini dapat mendorong penuh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sebagai BUMD air minum di Kabupaten Bogor untuk lebih profesional dan dapat mandiri dalam meningkatkan kualitas ataupun kuantitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tentunya dalam MoU ini kedua belah pihak memahami dalam inisiasi tersebut akan tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Tedi.

Langkah ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah Pusat yang menginsiasi dibentuknya Intruksi Presiden (Inpres) terkait air minum untuk menyukseskan target 10 juta sambungan rumah yang tertuang dalam RPJMN 2019-2024.

Inpres ini mendorong Pemda untuk mengembangkan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan optimalisasi sektor alternatif pembiayaan. Bahkan Inpres itu menjadi jalan regulasi, dukungan pemerintah pusat untuk memudahkan pemda dalam mengembangkan infrastruktur air minum.

“Jadi nafasnya sama, kami mencari alternatif pembiayaan sehingga tidak membebankan APBN atau APBD,” imbuhnya. (adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *