Pemkab Bogor Terus mendorong Geopark Nasional Pongkor meraih UNESCO Global Geopark

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong Geopark Nasional Pongkor meraih UNESCO Global Geoparks (UGGp). Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat mewakili Bupati Bogor membuka acara Forum Geopark Pongkor tahun 2023, di Aula Bank BJB, Cibinong, Selasa (28/11).

Hadir pada forum tersebut, perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM, perwakilan Direktorat Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, jajaran pengurus Badan Pengelola Kawasan Geopark Nasional Pongkor, dan jajaran Pemkab Bogor.

Read More

Sekda Burhanudin menjelaskan, target kita adalah menjadikan Geopark Nasional Pongkor sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) di akhir periode RPJMD 2018-2023. Namun demikian, terjadi pergeseran target meraih UGGp menjadi tahun 2025, disebabkan terbatasnya jumlah pengusulan UGGp setiap tahunnya.

“Sehingga kebijakan pengembangan Geopark Pongkor kini masuk pada dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Bogor tahun 2024- 2026 sebagai salah satu prioritas,” jelas Burhanudin.

Burhanudin menjelaskan, Geopark Nasional Pongkor adalah potensi besar pariwisata Kabupaten Bogor dan merupakan salah satu dari sembilan Geopark Nasional di Indonesia, dengan total luas wilayah 130,15 ribu hektar. Meliputi 15 kecamatan, 172 desa, terdiri dari 12 geosite multi objek, 38 geosite individual, dan 15 lokasi wisata bernuansa geosite.

“Saya minta Badan Pengurus Geopark Pongkor dapat bekerja lebih optimal, mengembangkan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk keberlanjutan kawasan Geopark Pongkor dan demi meraih UGGp,” jelasnya.

Ia menerangkan, pengembangan yang dimaksud adalah upaya kolaboratif pemerintah bersama para stakeholder untuk mewujudkan pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati dan budaya berdasarkan tiga pilar, yaitu konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat yang berkelanjutan.

“Yakni melalui pembangunan destinasi wisata, atau upaya lainnya sehingga keberadaan geopark ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat setempat,” terangnya.

Burhanudin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para tenaga ahli dan semua pihak yang hingga saat ini setia mengawal, menjaga semangat, dan terus memberikan dukungan terhadap Geopark Pongkor. Serta berharap perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi profesi, pakar, dan stakeholder lainnya turut membina dan mendampingi masyarakat melalui program kemitraan, saran atau hasil penelitian atau inovasi.

“Agar Geopark Pongkor semakin berkembang, banyak dikunjungi wisatawan, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Sekda Burhanudin. (adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *