Awal Tahun Biskita Tetap Jalan, Pemkot Kaji Skema Multiyears

by -12 Views

 

Kota Bogor – Layanan Biskita Transpakuan tengah dievaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Langkah ini dilakukan menyusul sempat berhentinya operasional moda transportasi umum itu pada awal tahun 2026.
Berbagai opsi kerja sama baru masuk tahap kajian. Salah satunya skema multiyears. Opsi ini muncul untuk mengantisipasi kendala lelang tahunan yang saat ini terjadi.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menjelaskan, skema kerja sama multiyears memungkinkan pihaknya untuk bisa langsung menjalin kontrak selama tiga tahun sekaligus.

“Iya betul begitu. Skema multiyears ini masih kita kaji, proses anggaran, kita sangat ingin hati-hati,” jelas Jenal.

Jenal menjelaskan, penerapan multiyears juga mesti disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda). Sementara aturan yang saat ini berlaku ialah skema Buy The Services (BTS).

“Dijalankan multiyears mesti lihat rujukan dulu tentang BTS. Jadi masih dalam tahap kajian, karena BTS sifatnya memang harus lelang per tahun,” ujar Jenal.

Oleh karena itu, skema kerja sama multiyears belum bisa direalisasikan. Namun, Jenal tetap memastikan Biskita Transpakuan kembali mengaspal. “Sudah kami anggarkan. Bahkan kami akan bertambah koridor. Ini lebih ke teknis aja (persoalannya). Regulasi BTS kan harus lelang,” terang Jenal.

Total anggaran yang sudah disiapkan oleh Pemkot Bogor mencapai Rp50 miliar. Dana tersebut ditujukan untuk mengoperasikan kembali empat koridor Biskita Transpakuan.

Sebelumnya, Biskita Transpakuan beroperasi lagi meski sempat berhenti sementara saat membuka tahun 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berikhtiar agar Transportasi publik ini melayani warga Kota Bogor sejak Sabtu, 3 Januari lalu.

Operasional itu berjalan secara bertahap. Armada yang beroperasi mulai dari Koridor 2 (K2), yakni rute Ciawi – Terminal Bubulak pada Sabtu (3/1/2026). Disusul pada Senin (5/1/2026), tiga koridor sekaligus beroperasi, yakni K1 (Terminal Bubulak – Cidangiang), K5 (Stasiun bogor – Terminal Ciparigi), dan K6 (Stasiun Bogor – Parung Banteng).

Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto membenarkan informasi tersebut. Operasional Biskita Transpakuan mulai dari Koridor K2. “Iya (berjalan) bertahap. Adalah (bus) yang beroperasi, belum bisa semuanya. Yang jelas, sudah beroperasi,” kata Sujatmiko.

Pengumuman ini juga disampaikan lewat laman instagram resmi Pemerintah Kota Bogor. Di dalamnya juga menyertakan jadwal operasional pukul 06.00 – 19.00 WIB.

Sujatmiko juga mengakui, pemberhentian tersebut sempat terjadi karena proses teknis pengadaan serta penandatanganan kontrak baru. Layanan Biskita tidak beroperasi sejak 1 Januari 2026 karena skema pengadaan menggunakan APBD Kota Bogor dengan mekanisme Buy The Service (BTS) berlaku per tahun anggaran.

Artinya, bukan berarti layanan Biskita berhenti. Waktu itu, Pemkot Bogor sedang menyelesaikan proses administrasi dan teknis operasional agar layanan dapat kembali berjalan. “Ini bukan penghentian layanan. Sekarang sedang dalam proses kontrak baru. Kami terus mengupayakan agar Biskita segera beroperasi kembali,” katanya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat jeda operasional tersebut. Ke depan, Pemkot Bogor juga berencana menyiapkan kontrak yang lebih permanen agar layanan transportasi publik tidak lagi mengalami jeda serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *