Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama enam kepala daerah lainnya telah menuntaskan program lokakarya dukungan pembangunan ekonomi sirkular khusus plastik di Indonesia (EIC 02) yang diselenggarakan di Jepang.
Kehadiran para kepala daerah tersebut merupakan undangan dari The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) serta Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang. Seluruh pembiayaan akomodasi ditanggung oleh penyelenggara tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa penataan kota harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar ruang publik tetap tertib, indah, dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Spanduk-spanduk terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan, Banjarmasin, sampai ke Hambalang, isinya spanduk semua. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang tidak mau melihat spanduk,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menyinggung Kota Bogor sebagai salah satu kota yang memiliki nilai historis dan keindahan yang harus dijaga. Presiden menyebut Bogor sebagai kota yang sejak dahulu dikenal indah dan tertata.
“Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno bahkan lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Terlalu banyak spanduk, baliho, iklan, tolong ditertibkan,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga mengingatkan agar penertiban dilakukan dengan pendekatan yang baik melalui komunikasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi, tanpa mengabaikan kepentingan estetika kota.
“Ajak bicara pengusaha dan asosiasi pengusaha. Bikin iklan yang tidak terlalu mencolok. Orang datang ingin melihat kotanya, bukan papan iklan yang besar-besar,” katanya.
Selain penataan reklame, Presiden turut menyoroti persoalan kabel listrik yang semrawut serta mendorong seluruh daerah, khususnya Kota Bogor untuk mencanangkan Kampanye Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya bersama dalam mewujudkan kota yang tertib dan nyaman.
Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melakukan langkah nyata dalam penertiban reklame di wilayah Kota Bogor.
“Sampai saat ini Pemkot Bogor sudah menebang lebih dari 50 billboard dan videotron di jalur protokol dan sistem satu arah (SSA),” ujar Dedie Rachim.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Bogor berencana mempercepat pemutusan kontrak terhadap perpanjangan izin reklame yang terlanjur dikeluarkan pada tahun 2024.
“Ke depan kami akan mempercepat pemutusan kontrak dari perpanjangan izin-izin yang terlanjur dikeluarkan pada tahun 2024,” pungkasnya.
