Dedie A. Rachim Dorong Penataan Berkelanjutan, Kota Bogor Menuju Kota ASRI

by -11 Views

Kota Bogor – Melalui berbagai langkah penataan lingkungan dan program beautifikasi kota, Pemerintah Kota Bogor terus berupaya menjaga kualitas kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan target menjadikan Bogor sebagai percontohan kota Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama unsur TNI-Polri serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara konsisten menjalankan berbagai program penataan sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan konsep kota ASRI.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penataan dimulai dengan menertibkan billboard, spanduk, reklame, dan sejenisnya. Program penurunan kabel udara atau kabel jaringan atas juga kembali dilanjutkan.

Pengelolaan sampah terus diperkuat, tidak hanya di hulu melalui program pilah sampah dari rumah, TPS3R, dan berbagai program lainnya, tetapi juga di hilir dengan persiapan waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

“Di samping berbagai program itu, juga dilakukan perbaikan drainase melalui penertiban bangunan liar. Nanti juga ada kanstinisasi sebagai batas antara ruang milik jalan dan ruang lainnya. Itu saya instruksikan untuk dibuat lebih representatif dengan pemasangan kanstin. Jadi jelas mana ruang milik jalan, mana saluran air, dan sebagainya,” ujar Dedie Rachim, saat meninjau penertiban bangunan liar di Bogor Selatan, Kamis (2/4/2026).

Program ASRI ini telah dilaksanakan sejak awal kepemimpinan Dedie Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Saat ini, Pemkot Bogor bersama petugas gabungan dari TNI-Polri dan Forkopimda terus melakukan penataan, pengawasan, monitoring, serta mulai menerapkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi para pelanggar.

Pedagang kaki lima (PKL) yang selama bertahun-tahun berjualan di atas pedestrian Jalan Pedati, Jalan Lawang Saketeng, dan Jalan Bata, bersama pedagang eks Pasar Bogor, direlokasi ke pasar bersih yang modern dan representatif, yaitu Pasar Jambu Dua dan Pasar Bogor.

Penataan tidak hanya dilaksanakan di pusat kota, tetapi secara bertahap juga meluas ke berbagai wilayah, seperti Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat, dan Bogor Utara, serta akan dilanjutkan ke wilayah Tanah Sareal dan Bogor Timur.

“Ini akan terus kita pastikan berlanjut ke titik lain. Hal ini juga berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Jadi, ketertiban ini juga meningkatkan marwah Kota Bogor menuju ASRI,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan lingkungan yang terjaga dan terawat kebersihannya, saluran air yang lancar, serta akses jalan yang memadai, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk sektor kesehatan dan pendidikan, akan meningkat sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *