Dedie A. Rachim Hadiri Lebaran Golok, Tekankan Nilai Filosofis dan Historis

by -8 Views

Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri acara Lebaran Golok yang digelar di Setu Babakan, Perkampungan Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/4/2026).

Mengangkat tema “Golok Road to UNESCO”, kegiatan ini menampilkan beragam rangkaian acara mulai dari pertunjukan seni budaya, sarasehan budaya, atraksi seni bela diri, hingga peluncuran buku.

Dalam sambutannya, Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Golok Pedang Sepuh Nusantara, Teguh Cahyadi, serta Ketua Dewan Pembina, Gatut Susanta, yang terus berupaya mendorong pengakuan golok sebagai warisan budaya ke UNESCO.

Ia menyampaikan bahwa golok bukan sekadar alat, melainkan bagian dari jati diri masyarakat. Bahkan, dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang ditulis pada tahun 1518 Masehi, golok telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Hal ini menunjukkan bahwa apa yang kita rawat dan perjuangkan hari ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat, bahkan lebih dari lima abad yang lalu,” ujarnya.

Lebih dari itu, Dedie Rachim menyebut bahwa golok juga mengandung nilai filosofis, historis, dan estetika yang tinggi.

“Ketajamannya melambangkan ketajaman berpikir, sementara keindahan pamor dan gagangnya mencerminkan keluhuran budi pekerti masyarakat Pasundan, dari Jawa Barat hingga Banten dan DKI Jakarta,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi budaya agar warisan leluhur tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dipahami nilai dan maknanya oleh generasi penerus.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung penuh inisiatif “Golok Road to UNESCO” sebagai langkah strategis menuju pengakuan internasional sebagai warisan budaya dunia.

“Untuk itu, diperlukan kolaborasi lintas wilayah, Bogor, Jakarta, dan Banten, serta sinergi dengan kementerian terkait dalam memperkuat diplomasi budaya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat semakin mempererat silaturahmi antarperguruan silat, komunitas pelestari budaya, dan seluruh elemen masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *