Dedie A. Rachim Dampingi Abdul Mu’ti, Pesantren SMA Eco Saintek Muhammadiyah Hadir di Bogor dengan Konsep Ramah Lingkungan

by -18 Views

Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam Grand Launching Pesantren SMA Eco Saintek Muhammadiyah Kota Bogor di Jalan Al-Hikmah, Gang Warung Nangka, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (3/5/2026).

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa hadirnya SMA Eco Saintek Muhammadiyah menjadi salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan yang mengedepankan konsep ramah lingkungan berbasis sains dan teknologi.

“Ini merupakan SMA yang dirancang sebagai satuan pendidikan yang ramah lingkungan dengan berbagai infrastruktur pendukung yang berwawasan lingkungan. Namun yang lebih penting adalah membangun karakter para murid dan santri agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kemampuan mengelolanya dengan keunggulan di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.

Ia menilai konsep pesantren Eco Saintek masih tergolong jarang di Indonesia, sehingga keberadaannya diharapkan mampu menjadi percontohan bagi pesantren lain di berbagai daerah.

“Di kementerian ada sekolah-sekolah Adiwiyata, yakni sekolah yang ramah lingkungan. Nah, ini nantinya bisa menjadi model Adiwiyata Plus yang tidak hanya mengandalkan penghijauan di lingkungan sekolah, tetapi juga membangun sistem serta karakter murid yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kehadiran Pesantren Eco Saintek Muhammadiyah sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, khususnya di bidang pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah.

Dedie A. Rachim menegaskan, Pemkot Bogor siap mendukung dan memfasilitasi konektivitas program Eco Saintek dengan sistem pengelolaan sampah yang tengah dikembangkan di wilayah Bogor Selatan.

Menurutnya, konsep Eco Saintek bukan hanya membahas lingkungan dan teknologi secara teori, tetapi juga penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari para santri dan santriwati.

“Alhamdulillah, kami senang dan bangga dengan hadirnya Eco Saintek ini. Mudah-mudahan kehadiran Pesantren Muhammadiyah ini dapat memberikan pembelajaran dan menjadi contoh bagi semua pihak untuk bersama-sama belajar mengelola lingkungan, persampahan, serta memanfaatkan teknologi demi Indonesia yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Dedie A. Rachim menambahkan, saat ini Pemkot Bogor terus mendorong pemilahan dan pengolahan sampah dari hulu sebagai bagian dari upaya menciptakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Bogor juga tengah menyiapkan pembangunan dua pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebagai solusi pengelolaan sampah di wilayah Kota Bogor.

“Kita akan membangun dua pembangkit listrik tenaga sampah. Yang pertama di Galuga dengan kapasitas 1.500 ton sampah, dan yang kedua di Kayumanis dengan kapasitas 1.000 ton sampah,” ungkap Dedie A. Rachim.

Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik agar penanganan dan pelestarian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, dapat berjalan lebih optimal.

Dedie A. Rachim berharap Muhammadiyah dapat menjadi salah satu pelopor dalam pengelolaan sampah dari hulu sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *