Dedie A. Rachim dan Pramono Anung Bahas Transportasi hingga Penanggulangan Banjir Jabodetabek

by -41 Views

Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong penguatan sinergi lintas wilayah dalam kerangka aglomerasi Jabodetabek guna menjawab berbagai tantangan perkotaan, mulai dari konektivitas transportasi massal, penanggulangan banjir, hingga penguatan sektor lingkungan dan pelayanan dasar.

Dalam pembahasan strategis bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membahas sejumlah agenda prioritas yang menjadi perhatian bersama, Senin (4/5/2026).

Beberapa isu yang dibahas di antaranya kelanjutan pengembangan LRT Jabodebek, integrasi layanan TransJakarta dengan rute Bogor–Blok M, serta penguatan konektivitas menuju Terminal Bubulak.

Selain sektor transportasi, pembahasan juga menyoroti langkah konkret penanggulangan banjir melalui pendekatan kolaboratif antarwilayah. Hal ini dinilai penting mengingat persoalan hidrologi dan aliran sungai merupakan isu yang saling terhubung dan membutuhkan penanganan terpadu dari hulu hingga hilir.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas peluang dukungan hibah dan penguatan lintas sektor, khususnya di bidang pengelolaan persampahan, pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kapasitas penyelamatan dan mitigasi kebakaran, hingga pembangunan infrastruktur transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat secara aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Pembahasan juga mengerucut pada penguatan konsep aglomerasi Jabodetabek yang kini memiliki landasan hukum melalui regulasi nasional, sehingga koordinasi lintas daerah diharapkan semakin terstruktur, terintegrasi, dan efektif dalam pelaksanaan pembangunan kawasan metropolitan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa Kota Bogor memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota penyangga utama Jakarta yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pembangunan kawasan metropolitan Jabodetabek.

Karena itu, menurutnya, kolaborasi lintas wilayah harus terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Isu transportasi, banjir, lingkungan, hingga pelayanan kebencanaan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Harus ada langkah bersama dalam kerangka aglomerasi agar penanganannya lebih komprehensif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Dedie A. Rachim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *