Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat kegiatan Ekspose Implementasi SAKIP Kota Bogor bersama Kementerian PANRB di Balai Kota Bogor, Selasa (6/10/2026).
Dedie memaparkan, salah satu indikator pembangunan Kota Bogor yang menunjukkan peningkatan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sepanjang 2025, IPM Kota Bogor tercatat mencapai 79,75, melampaui target yang ditetapkan sebesar 78,81.
Angka tersebut juga berada di atas IPM Provinsi Jawa Barat sebesar 75,50 dan nasional sebesar 75,90. Menurut Dedie, capaian ini menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, tingkat kemiskinan Kota Bogor tercatat sebesar 5,89 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Barat sebesar 7,02 persen dan nasional sebesar 8,47 persen.
Dedie menjelaskan, salah satu upaya untuk menekan angka kemiskinan dilakukan melalui dorongan investasi yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi Kota Bogor pada 2025 juga tercatat sebesar 5,45 persen, di atas Jawa Barat sebesar 5,32 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.
Untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, Pemkot Bogor mengintegrasikan indikator kinerja dengan visi dan misi daerah melalui program Bogor Beres dan Bogor Maju. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang mengukur kinerja secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi keuangan, tetapi juga dari aspek nonkeuangan dan kualitas pelayanan.
Dedie menekankan bahwa SAKIP menjadi pedoman bagi setiap perangkat daerah dalam menyusun perencanaan, mengukur capaian, melaksanakan program, hingga mengevaluasi hasilnya.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, menilai dampak program terhadap masyarakat, serta memastikan penggunaan anggaran lebih terarah sesuai kebutuhan.
Dedie berharap penguatan implementasi SAKIP dapat terus mendorong perangkat daerah bekerja berdasarkan target yang jelas dan hasil yang terukur, sehingga setiap program pembangunan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi warga Kota Bogor.
