Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaporkan bahwa progres penanganan jalan berlubang pada ruas yang menjadi kewenangan Pemkot telah mencapai 90 persen.
Capaian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan infrastruktur jalan yang dipimpin Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari evaluasi percepatan perbaikan jalan di berbagai titik Kota Bogor.
Dedie Rachim mengatakan bahwa sejak awal Januari 2026, curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bogor menyebabkan munculnya banyak lubang di sejumlah ruas jalan.
Hingga saat ini, 32 titik jalan berlubang telah diidentifikasi dan ditangani secara bertahap oleh perangkat daerah terkait.
“Untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Bogor, progres penanganannya sudah mencapai 90 persen. Petugas terus bergerak di lapangan agar seluruh titik bisa segera dituntaskan,” ujarnya di Balai Kota Bogor.
Namun demikian, Dedie Rachim menjelaskan bahwa penanganan jalan berlubang pada ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi masih terlihat lebih lambat.
Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya proses administrasi serta ketersediaan material perbaikan.
“Begitu material tersedia, langsung kami tuntaskan. Untuk jalan yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi, kami terus berkoordinasi agar perbaikannya bisa dipercepat,” katanya.
Ia berharap percepatan penanganan jalan nasional dan provinsi dapat segera dilakukan guna menghindari risiko kecelakaan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Langkah percepatan perbaikan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bogor dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
