Kota Bogor – Judi online (Judol) merusak generasi muda kedepannya. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak tinggal diam dan berupaya mencegah Judol di Kota Bogor. Berbagai pihak sudah melakukan sosialisasi Judol ini, baik dari aspek budaya, agama dan penegakkan hukum.
Kali ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor mengadakan pelatihan ketahanan keluarga untuk Membangun Resiliensi dalam Rangka Pencegahan Judi Online selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 3-4 Februari 2026, di Rizen Padjadjaran Hotel, Kota Bogor.
Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati membuka resmi pelatihan ini. Dalam sambutannya Rakhmawati menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam mencegah Judol mulai dari keluarga. Terlebih bahaya Judol ini berdampak luas terhadap keharmonisan keluarga, stabilitas ekonomi, dan kesehatan mental anggota keluarga.
Kegiatan pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah membangun kesadaran bersama. Dirinya berharap mulai dari keluarga, remaja Kota Bogor semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, mampu mengendalikan diri dari godaan negatif, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berprestasi.
Menurutnya, terjeratnya anak dan remaja dalam Judol maupun pinjaman online (Pinjol) bukan hanya karena kurangnya edukasi atau sosialisasi, tetapi juga minimnya perhatian orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai.
“Ini menjadi alarm bagi semua, khususnya di Kota Bogor, agar lebih waspada dan diimbangi dengan langkah-langkah preventif,” kata Rakhmawati.
Selain itu, melalui pelatihan dan sosialisasi ini, dirinya berharap para ibu rumah tangga dan anggota keluarga dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan serta menyebarkan pesan-pesan positif kepada teman sebaya di lingkungannya.
“Semoga peserta yang hadir, khususnya ibu rumah tangga, bapak-bapaknya dan anak anaknya mampu menjadi pelopor sekaligus pelapor serta agen perubahan lintas generasi. Utamanya terkait bahaya Judol dan Pinjol ilegal,” tegasnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor dengan materi yang saling terintegrasi, diantaranya, Fajar Muhammad Nur, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, yang membahas dampak judi online bagi keluarga serta strategi membangun keluarga tangguh. dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, Dokter Spesialis Jiwa RS MM, yang mengulas keterkaitan judi online dengan kesehatan mental keluarga. Nursaktiyo Wira Agung, S.T., (Han), Wadantim Intel Korem 061/Suryakancana, yang menyampaikan peran keluarga sebagai pilar bela negara.
Kompol Agus Supriyanto, Kasat Binmas Polresta Bogor Kota, yang menjelaskan sanksi hukum terhadap praktik judi online. R.R. Endah Noorwidayati, S.Sos, M.Kesos., Pusdatin Kesos Kementerian Sosial RI, terkait tindak lanjut bansos bagi keluarga terdampak judi online dan pekerjaan tidak layak. Adi Supriatna, Koordinator PKH Dinas Sosial Kota Bogor, yang memaparkan penguatan ketahanan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan desil program nasional.
Sedangkan peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya Forum Anak Kecamatan, PATBM, Kader PKK Kecamatan, KPAID Kota Bogor, UPTD PPA, PUSPAGA Kota Bogor, LPM se-Kecamatan Bogor Selatan, RW se-Kelurahan Mulyaharja, KNPI, serta Pergerakan Anti Judi Online Amankan Generasi Bogor (PAGAR).
Melalui pelatihan ini, DP3A Kota Bogor berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat, aman, dan bebas dari praktik judi online.
Terpisah, Wali Kota Bogor, Dedie A, Rachim menyoroti judi dan pinjaman online serta bullying di lingkungan pelajar. Menurutnya, kemudahan akses melalui gawai dapat mempengaruhi pola pikir dan berpotensi menjerumuskan pada perilaku negatif, seperti perundungan (bullying), pemalakan, tawuran, dan tindakan menyimpang lainnya.
“Ikut judi adalah sebuah kebodohan, walaupun menang sesekali, setelah itu pasti jatuh,” katanya saat menjadi inspektur upacara bendera di SMAN 3 Kota Bogor, Senin (9/2/2026).
Tak hanya itu, dalam amanatnya, Dedie Rachim mengingatkan pentingnya membangun karakter sejak dini sebagai bekal meraih cita-cita dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
