Dedie A. Rachim Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal, Perkuat Pengelolaan Air Limbah di Kota Bogor

by -76 Views

Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui kolaborasi antar Perusahaan Umum Daerah (Perumda) resmi meluncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) sebagai langkah memperkuat pengelolaan air limbah di Kota Bogor.

Program LLTT dijalankan oleh Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bekerja sama dengan Perumda Trans Pakuan Kota Bogor.

Peluncuran layanan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Trans Pakuan Kota Bogor, Eko Prabowo, yang turut disaksikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Pada tahap awal, layanan diperkuat dengan empat armada TIKA (Tertib Kelola Tinja Berkala) dengan prioritas pelayanan bagi 6.000 pelanggan Tirta Pakuan di Kecamatan Bogor Utara secara gratis. Ke depan, layanan tersebut direncanakan akan diperluas ke wilayah lainnya di Kota Bogor.

Dedie A. Rachim mengatakan peluncuran layanan LLTT merupakan bentuk respons terhadap amanah regulasi baru terkait pengelolaan air bersih dan air limbah.

“Kita harus merespons amanah dari undang-undang baru tentang pengelolaan air bersih dan air limbah. Ada target-target yang harus dicapai pemerintah daerah, yakni tidak hanya mengelola air bersih melalui layanan PDAM, tetapi juga air limbah,” kata Dedie A. Rachim di Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPAL-IPLT) Tanah Baru, Jalan Pangeran Asogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu bagian penting dari pengelolaan air limbah adalah penanganan lumpur tinja yang harus dipersiapkan melalui tata kelola yang baik agar target layanan dapat tercapai.

Menurutnya, tanpa sistem pengelolaan yang matang, capaian layanan akan sulit diwujudkan. Karena itu, Pemkot Bogor terus mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk dua Perumda dan perangkat daerah terkait.

“Mungkin belum bisa mencapai 100 persen dalam waktu dekat, karena di sisi lain kita juga harus mempersiapkan instalasi pengolahan air limbah lain yang mampu menampung keseluruhan kebutuhan warga Kota Bogor,” ujar Dedie A. Rachim.

“Kita memanfaatkan dan memaksimalkan jaringan kerja milik Pemda, dalam hal ini Perumda penyedia air bersih dan penyedia jasa transportasi. Jika tidak, akan sulit mencapai optimalisasi capaian,” sambungnya.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Trans Pakuan Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan layanan LLTT tidak hanya menjadi lini bisnis baru bagi Perumda Trans Pakuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sanitasi sehat dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menjelaskan target awal 6.000 pelanggan disesuaikan dengan kapasitas IPAL-IPLT Tanah Baru yang saat ini baru mampu menampung 30 meter kubik per hari.

“Hari ini ikhtiar baru dimulai. Instalasi yang ada belum cukup untuk mencapai target, sehingga dibutuhkan pengembangan untuk mencapai cakupan 100 persen. Semoga langkah ini membangun budaya baru bahwa pengolahan air limbah harus dilakukan lebih serius,” kata Rino.

Ia menambahkan, dalam operasional armada TIKA diterapkan kontrak berbasis kinerja. Setiap rumah yang mendapatkan layanan penyedotan akan dibayarkan secara khusus oleh Perumda Tirta Pakuan.

“Untuk tahap awal masih gratis sampai ada arahan lebih lanjut. Pada waktunya, ketika kultur pengelolaan air limbah sudah terbangun, akan diterapkan penyesuaian,” ujar Rino.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *