Dedie A. Rachim: Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Perkuat Nilai Budaya dan Warisan Leluhur

by -7 Views

Kota Bogor – Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan diramaikan ribuan masyarakat yang memadati jalur kirab sepanjang 3,2 kilometer dari kawasan Bumi Ageung Batutulis hingga Jalan Surya Kencana, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menghargai warisan leluhur serta memperkuat nilai-nilai budaya Sunda di tengah masyarakat.

Dedie A. Rachim menyampaikan kegiatan tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya yang diwariskan para leluhur Sunda.

“Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna, tentang bagaimana kita menghargai hasil warisan para leluhur kita,” ujar Dedie A. Rachim kepada media usai pelaksanaan kirab di Vihara Dhanagun, Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, Jumat (8/5/2026).

Ia menuturkan bahwa Kota Bogor memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Pakuan Pajajaran dan Sri Baduga Maharaja. Nilai sejarah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga budaya serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.

Dedie A. Rachim juga menjelaskan filosofi Sunda yang menjadi nilai Kota Bogor, yakni “Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga”, yang memiliki makna bahwa apa yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan kebaikan para pendahulu.

Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk terus menanamkan kebaikan bagi masa depan.

“Nilai Kota Bogor itu Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampereun Jaga. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kebaikan dari para pendahulu kita dan kita pun harus menanamkan kebaikan untuk generasi mendatang, jadi itu sebuah nilai filosofis Sunda yang kalau menurut saya sangat tinggi maknanya,” jelasnya.

Kirab budaya tersebut berlangsung dengan iring-iringan seni dan budaya Sunda yang menampilkan pakaian adat, tabuhan kendang, alunan angklung, hingga berbagai pertunjukan tradisional yang disambut antusias masyarakat di sepanjang jalur kirab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *